ponremaja

Buletin Harian GABSI – Kabar menggembirakan datang bak petir di siang hari bolong. Apa kabar menggembirakan itu? Pernyataan Bapak Tono Suratman yang penulis kutip dari laman Kominfo Jatim. Selengkapnya : “Cabor Bridge pada perhelatan PON Remaja I/2014 baru menjadi laga eksibisi. Ketua Umum KONI, Tono Suratman memastikan jika bridge akan masuk cabor inti untuk PON Remaja II mendatang. “Tahun ini ada dua eksibisi yang dipertandingkan, yakni bridge dan woodball. Untuk bridge saya mengapresiasi khusus, karena pertimbangan matang 10 tahun terakhir prestasi kita cukup bagus. Bahkan yang senior juara saat kejuaraan dunia di Tiongkok,” kata Tono, Kamis (11/12). Berkaca dari prestasi atlet senior, ia berharap agar melalui PON Remaja ini ada proses regenerasi. “Ini jadi ajang mencari bibit muda unggulan di cabor bridge agar ada regenerasi dari atlet senior ke atlet muda,” ungkapnya.

Berita gembira ini perlu segera ditindaklajuti karena kalau kita membaca penjelasan Ketua Harian KONI Jatim Dhimam Abror Djuraid seusai upacara pembukaan PON Remaja I yang kami kutip dari JPNN.COM maka untuk menentukan cabang olahraga yang dipertandingkan, peran tuan rumah Jawa Tengah juga besar. Inilah kutipannya : “Ada dua cabor lain yang sifatnya masih berupa ekshibisi. Yakni bridge serta woodball,” ungkap Ketua Harian KONI Jatim Dhimam Abror Djuraid seusai upacara pembukaan PON Remaja di DBL Arena tadi malam (9/12).

Abror melanjutkan, bridge ini tidak menggunakan sepeser pun alokasi dana dari PB PON Remaja I/2014. “PB Gabsi sendiri yang melakukan swadaya. Untuk provinsi yang berpartisipasi, dari informasi terbaru ada 12 daerah,” jelasnya. Dasar dari pemilihan kedua cabor tersebut dikarenakan baik bridge maupun woodball adalah olahraga yang sarat akan prestasi. “Kita mempunyai atlet dengan taraf Olimpiade untuk bridge. Sedangkan woodball kemarin saat Asian Beach Games di Phuket, Thailand, juga tampil cemerlang dengan menyumbang satu emas dan dua perunggu. “Selain itu, jika melihat tren yang berkembang saat ini, bridge kecenderungannya dimainkan oleh anak sekolah serta kuliah. Jadi, kita bisa mempunyai stok atlet junior yang cukup banyak,” lanjut Abror yang juga menjabat sebagai Direktur Bapel Puslatda itu. Sayangnya, walaupun penuh dengan prestasi, ternyata gaung kedua olahraga tersebut kurang begitu dikenal. “Karena itu kami adakan eksibisi ini. Syukur tanggapan mereka begitu bagus,” lanjutnya.

Pasangan Welly Agus Budiono/Restu Narendra dari UNAIR keluar sebagai juara nomor pasangan mahasiswa setelah di babak final yang diikuti 24 pasangan dari berbagai univrsitas meraih angka tertinggi 606 MP atau 59.88%. Hasil yang sama juga diraih pasangan Andy Pramana & Kukuh Indrayana yang berasal dari Univesitas yang sama. Ini merupakan peristiwa yang sangat langka. Namun sesuai peraturan pertandingan, pasangan yang disebut pertama yang juara karea ketika kedua pasangan ini berhadapan mereka menang. Selanjutnya ditempat ketiga tampil pasangan Yunita Fitry & Rahmad Ridho S dari Universitas Bung Hatta. Untuk kategori mahasiswi, keluar sebagai juara pasangan Like Dewi Karlingga & Afifah Fadhila R dari Universitas Kediri dengan nilai total 622 MP. Kemudian disusul oleh pasangan Effi Wibowo & Jennifer Karamoy dari Universitas Gunadarma dengan angka 589 dan ditempat ketiga pasangan Vila Rossa & Yessi Grasella dari STT PLN Jakarta dengan angka 580. Medali perunggu ini merupakan medali kedua pasangan ini karena sebelumya telah meraih medali emas beregu mahasiswi.

ponremaja

ponremaja2

http://himaka-sttpln.org/wp-content/uploads/2015/05/ponremaja-1024x567.jpghttp://himaka-sttpln.org/wp-content/uploads/2015/05/ponremaja-300x300.jpghimakaArtikel
Buletin Harian GABSI - Kabar menggembirakan datang bak petir di siang hari bolong. Apa kabar menggembirakan itu? Pernyataan Bapak Tono Suratman yang penulis kutip dari laman Kominfo Jatim. Selengkapnya : “Cabor Bridge pada perhelatan PON Remaja I/2014 baru menjadi laga eksibisi. Ketua Umum KONI, Tono Suratman memastikan jika bridge...